independent


Tensions between Portuguese and Brazilians increased, and the Portuguese Cortes, guided by the new political regime imposed by the 1820 Liberal Revolution, tried to re-establish Brazil as a colony.

The Brazilians refused to yield, and Prince Pedro decided to stand with them, declaring the country's independence from Portugal on 7 September 1822. This is now celebrated as Brazil's Independence Day.

On 12 October 1822, Prince Pedro was declared the first Emperor of Brazil and crowned Dom Pedro I on 1 December 1822. A subsequent Brazilian War of Independence spread through northern, northeastern regions and in Cisplatina province. With the last Portuguese soldiers surrendering on 8 March 1824, Portugal officially recognized Brazil on 29 August 1825.


123rf.com

In 7 April 1831, worn down by years of administrative turmoil and political dissensions with both liberal and conservative sides of politics, including an attempt of republican secession, as well as unreconciled with the way that absolutists in Portugal had given to the succession of King John VI, Pedro I went to Portugal to reclaim his daughter's crown, abdicating of Brazilian throne in favor of his five-year-old son and heir (who later became Dom Pedro II).

During the last phase of the monarchy, internal political debate was centered on the issue of slavery. The Atlantic slave trade was abandoned in 1850, as a result of the British' Aberdeen Act, but only in May 1888 after a long process of internal mobilization and debate for an ethical and legal dismantling of slavery in the country, was the institution formally abolished.

The foreign affairs in the monarchy were basically related issues with the countries of the Southern Cone with which Brazil has borders. Long after the Cisplatine War, that resulted in independence for Uruguay, Brazil won three international wars during the 58-year reign of Pedro II. These were the Platine War, the Uruguayan War and the devastating Paraguayan War, the largest war effort in the country history.

On November 15, 1889, worn out by years of economic stagnation, in attrition with the majority of Army officers, as well as with rural and financial elites (for different reasons), the monarchy was overthrown by a military coup.(wikipedia.org)

Brazil


The word "Brazil" comes from brazilwood, a tree that once grew plentifully along the Brazilian coast. In Portuguese, brazilwood is called pau-brasil, with the word brasil commonly given the etymology "red like an ember", formed from Latin brasa ("ember") and the suffix -il (from -iculum or -ilium).

As brazilwood produces a deep red dye, it was highly valued by the European cloth industry and was the earliest commercially exploited product from Brazil Through the 16th century, massive amounts of brazilwood were harvested by indigenous peoples (mostly Tupi) along the Brazilian coast, who sold the timber to European traders (mostly Portuguese, but also French) in return for assorted European consumer goods.

The official name of the land, in original Portuguese records, was the "Land of the Holy Cross" (Terra da Santa Cruz), but European sailors and merchants commonly called it simply the "Land of Brazil" (Terra do Brasil) on account of the brazilwood trade. The popular appellation eclipsed and eventually supplanted the official name. Early sailors sometimes also called it the "Land of Parrots" (Terra di Papaga).

In the Guarani language, an official language of Paraguay, Brazil is called "Pindorama". This was the name the indigenous population gave to the region, meaning "land of the palm trees".


theatlantic.com

The earliest pottery ever found in the Western Hemisphere, radiocarbon-dated 8,000 years old, has been excavated in the Amazon basin of Brazil, near to-day's Santarem, providing evidence that the tropical forest region supported a complex prehistoric culture;

The region was inhabited by hundreds of different native tribes, the earliest going back at least 10,000 years in the highlands of Minas Gerais. The territory of current day Brazil had as many as 2,000 tribes, mostly semi-nomadic who subsisted on hunting, fishing, gathering, and migrant agriculture.


The indigenous population of Brazil was divided into large indigenous nations composed of several ethnic groups among which stand out the large groups like Tupis, Guaranis, Gês and Arawaks. The former were subdivided into Tupiniquins and Tupinambás, among many subdivision of the others.

The boundaries between these groups and their subgroups, before the arrival of Europeans, were marked by wars between them, arising from differences in culture, language and moral.

These wars also involved large-scale military actions on land and water, with ritual cannibalism on POWs. While heredity had some weight, leadership status was a more subdued over time, than allocated in succession ceremonies and conventions. Slavery among the Indians had a different meaning than it had for Europeans, since it originated from a diverse socio-economic organization, in which asymmetries were translated into kinship relations.

When the Portuguese arrived in 1500 they saw the natives as noble savages, and miscegenation of the population began right away. Tribal warfare, cannibalism and the pursuit of Amazonian brazilwood for its treasured red dye convinced the Portuguese that they should civilize the indigenous population.

But the Portuguese, like the Spanish in their South American possessions, had unknowingly brought diseases with them, against which many indigenous groups were helpless due to lack of immunity. Measles, smallpox, tuberculosis, gonorrhea, and influenza killed tens of thousands.

The diseases spread quickly along the indigenous trade routes, and whole tribes were likely annihilated without ever coming in direct contact with Europeans.(wikipedia.org)

Binatang


Domba Garut atau Domba Priangan adalah domba yang berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut. Dalam bahasa latin disebut ovis aries yang merupakan campuran dari perkawinan antara domba lokal dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Australia.

Domba capstaad sudah ada lebih dulu di Garut, sementara domba merino baru didatangkan ke Garut pada abad ke-19. Dari ketiga jenis domba itulah, lahir varietas baru yang kemudian disebut domba Garut.

Domba garut merupakan domba lokal terbaik di Indonesia. Selain digunakan untuk seni ketangkasan, domba dengan penampakan gagah ini digunakan untuk kebutuhan pedaging.

Daging domba ini sangat enak dengan kandungan lemak yang sedikit sehingga tidak heran kalau daging Domba Garut ini digunakan untuk masakan Sate Domba Afrika.


danipicture.wordpress.com

Peternakan kami memilih untuk mengembangkan domba garut karena tampangnya yang gagah dan disukai untuk kurban. Selain itu juga dapat tumbuh besar lebih cepat daripada domba lokal.


Kami menjual Domba Garut Jantan yang terawat dengan baik dengan berat domba antara 25-40kg. Adapun harga dihitung per kilogram timbang hidup yaitu Rp 60.000/kg khusus untuk hari raya
kurban.

Cara-cara pemeliharaan domba Garut tidak sembarangan. Selain diberi rumput pilihan, domba ini juga sering diberi susu yang dicampur madu. Belum lagi pemeliharaan fisiknya yang harus tetap dijaga bersih dan sehat.

Dewasa ini jenis domba Garut justru banyak ditemukan di daerah lain. Bila diadakan acara-acara adu domba atau pasanggiri domba hias, seringkali domba-domba yang berasal dari Garut kalah oleh domba Garut yang dipelihara di luar daerah.(wikipedia.org)

Kain


Sutra atau sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra dari kepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur).

Sutra bertekstur mulus, lembut, namun tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut.

Keunggulan kain sutra yaitu memiliki kenyamanan yang istimewa. Sutra merupakan bahan yang sangat kuat, kekuatan sutra sebanding dengan kawat halus yang terbuat dari baja.

Sutra juga lembut saat menyentuh kulit, asam amino dalam serat sutra yang membuat sutra terasa lembut dan nyaman, bahkan sutra dapat menjaga agar terhindar dari berbagai penyakit kulit. Sutra memiliki kemampuan menyerap yang baik sehingga cocok digunakan di udara yang hangat dan tropis.

www.gallerydunia.com

Pemintalan benang sutra dari kepompong ulat sutra. "Sutra liar" dihasilkan oleh ulat selain ulat sutra murbei dan dapat pula diolah. Berbagai sutra liar dikenali dan digunakan di Cina, Asia Selatan, dan Eropa sejak dahulu, namun skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutra ternakan.

Sutra liar berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, serta kepompong liar yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutra yang membentuk kepompong itu sudah terputus menjadi pendek.

Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak terputus.

Ini membuat sutra bisa ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutra liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutra ternakan.(wikipedia.org)

Tentang alam


Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi.

Zaman Karbon, kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl), adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk.

Pada Zaman Permian, kira-kira 270 jtl, juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan, seperti Australia, dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 - 13 jtl) di berbagai belahan bumi lain.

Di Indonesia, endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier, yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan)

Pada umumnya endapan batu bara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batu bara berumur Eosen atau sekitar Tersier Bawah, kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitar Tersier Atas, kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi.

Penambangan batubara mengakibatkan meluasnya penggundulan hutan, erosi tanah, kehilangan sumber air, polusi udara, dan rusaknya keutuhan sosial masyarakat yang tinggal di dekat lokasi pertambangan.
energitoday.com

Penambangan batubara besar-besaran mengikis habis tanah, menurunkan tingkat permukaan air, dan menghasilkan jutaan ton limbah beracun,serta menggusur masyarakat adat dari tempat hidupnya dari generasi ke generasi sepanjang puluhan tahun bahkan ratusan tahun.

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Pulau Kalimantan, saat ini, adalah fakta hidup dan bukti empiris tak terbantahkan dari begitu dasyatnya kerusakan yang diakibatkan oleh pertambangan batubara.

Batu bara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang mirip dengan kondisi kini. Beberapa diantaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas muka air tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun.

Dengan kata lain, kubah gambut ini terbentuk pada kondisi dimana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk ke dalam sistem dan membentuk lapisan batu bara yang berkadar abu dan sulfur rendah dan menebal secara lokal. Hal ini sangat umum dijumpai pada batu bara Miosen.

Sebaliknya, endapan batu bara Eosen umumnya lebih tipis, berkadar abu dan sulfur tinggi. Kedua umur endapan batu bara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin, dataran pantai atau delta, mirip dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagian besar Kalimantan.(wikipedia.org)

Teknologi


Sesuai janjinya, kini BlackBerry telah secara resmi mengumumkan keberadaan aplikasi BlackBerry Messenger (BBM) untuk Android dan iOS. Para pengguna smartphone Android dan iPhone pun bisa mendapatkan aplikasi tersebut secara gratis di Google Play dan App Store.



Dengan adanya aplikasi ini, para pengguna smartphone Android ataupun iOS pun bisa mendapatkan PIN BBM. So, kalau ada yang menanyakan, “eh PIN loe berapa?”, para pengguna iPhone ataupun Android kini pun bisa memberikan jawabannya,

Penggunaan PIN ini pun memberikan privasi lebih kepada user ketimbang memakai email ataupun nomor handphone.

Meskipun baru saja diluncurkan, aplikasi ini mendapatkan reaksi yang positif baik dari pengguna Android ataupun iOS. Pada saat penulisan berita ini, aplikasi BBM Android telah diunduh lebih dari 12 ribu kali.

Selain itu, para pengguna aplikasi ini pun memberikan rating bintang 4.5. Dan hal tersebut juga tak jauh beda dengan yang terjadi di App Store.(beritateknologi.com)